Story of Musics


Metallica mengeluarkan album terbarunya setelah lima tahun. Sungguh penantian yang lama untuk para fans beratnya. Judul albumnya Death Magnetic.

Dulu saya penggemar berat Metallica. Itu waktu saya SMP dan SMA. Seingat saya, Metallica juga dulu membuat para fans-nya [termasuk saya] menunggu dalam waktu yang lama untuk kemunculan album Load. Saya ingat suatu hari, di radio GMR (Generasi Muda Radio, yang saya tidak tahu apakah masih ada atau tidak sekarang] saya mendengar single pertama dari Load yang berjudul Until It Sleeps. Seingat saya, lagu itu mengecewakan karena temponya. Dan saya berhenti menyukai Metallica semenjak album itu.

Beberapa hari yang lalu, iseng-iseng, saya mendownload seluruh album Metallica [dasar pembajak] untuk bernostalgia. Saya tidak mendapatkan Death Magnetic, tapi niat saya memang hanya untuk mencoba mendengar kembali lagu-lagu Metallica lama yang saya sukai.

Ternyata, lagu-lagu itu masih lumayan untuk didengar beberapa saat. Saya tahu, beberapa hari lagi juga saya akan bosa dan mungkin akan menghapus koleksi itu dari Hard Disk saya. Dan itu bukan sekali pun suatu penghinaan. Saya pikir, Metallica adalah sebuah band yang besar. Saya hanya sudah cukup umur untuk tidak nge-rock lagi. Sekarang saya lebih suka mendengarkan lagu Ebiet G. Ade atau cerita Kang Ibing. Hehe..

Sebutkan lagu-lagu yang membuat Anda terharu sampai berkaca-kaca. Saya hanya ingat ini:

1. Titip rindu buat Ayah dari Ebiet G. Ade, terutama pas lirik “.. anakmu sekarang, banyak menanggung beban.” Saat itu, rasanya saya ingin sekali kembali menjadi seorang bocah yang tidak memiliki banyak pikiran dan masalah. Saya ingin bermain lagi dengan ayah.

2. Santa Fe dari Jon Bon Jovi. Pokoknya cerita tentang seorang laki-laki yang memberontak karena merasa dia harus menjadi seperti itu. Dia merasa terbentuk seperti itu. Dia bahkan memberontak terhadap Tuhan. Dulu saya merasa memiliki teman ketika mendengar lagu ini. Saya merasakan perasaan tokoh dalam lagu ini: Billy The Kid ya? Sekarang saya sudah lama tidak mendengarkan lagu ini. Saya tidak tahu apakah saya masih terharu atau tidak.

3. Lagunya Bimbo yang ada liriknya “Setiap habis ramadhan”. Suasana Ramadhan benar-benar berbeda dengan suasana bukan Ramadhan. Dan suasana itu kadang membuat saya merindukan saat-saat Ramadhan. Buka puasa bareng. Membatalkan puasa setelah adzan maghrib adalah kenikmatan yang luar biasa. Bahkan sebatang rokok pas malam hari terasa nikmat sekali. Ah, sebentar lagi ya puasa. Selamat datang bulan yang suci!!

4. We shall overcome dari Joan Baez. Lagu ini mengingatkan saya pas OSKM dulu. Berjajar dengan teman-teman. Menunggu “siksaan” apa lagi yang akan datang. Malam-malam. Saling berpegangan tangan. Saling menopang satu sama lain. Berusaha untuk percaya bahwa kita telah dewasa. Dan masalah yang dihadapi dapat diterima tanpa harus berteriak “MAMA!!!!”. We shall overcome juga mengingatkan saya pada generasi bunga, woodstock. Bagaimana ya rasanya menjadi bagian dari generasi itu?

Itu yang saya ingat. Lagu, seperti film adalah karya manusia. Jika dibuat dari hati, itu dapat membuat kita terenyuh. Bukan begitu?

Untuk seseorang yang telah mengajariku cinta yang sederhana.

It means nothing
by stereophonics

Did we lose ourselves again?
Do we take in what’s been said?
Do we take the time to be
All the things we said we’d be
And we bury heads in sand
But my future’s in my hands
It means nothing
It means nothing

You can find yourself a God
Believe in which one you want
Cos they love you all the same
They just go by different names
When we fly our flag today
Are you proud or just ashamed?
It means nothing
It means nothing

It means nothing
It means nothing
It means nothing
If I haven’t got you
If I haven’t got you
If I haven’t got you
If I haven’t got you

And the sun sets in the sky
You’re the apple of my eye
If the bomb goes off again
In my brain or on the train
I hope that I’m with you
‘Cos I wouldn’t know what to do
It means nothing
It means nothing

It means nothing
It means nothing
It means nothing
If I haven’t got you
If I haven’t got you
If I haven’t got you
If I haven’t got you

download the song
view the video clips

dulu sempat bikin film sederhana mengenai editor. nah, entah kenapa beberapa hari yang lalu saya buka-buka cd lama dan memutarnya kembali. pertama sih hasil shoot yang panjang, baru setelah itu hasil editannya. nanti saya upload versi pendek dan low resolutionnya, tapi yang jelas sekarang saya ingin berbagi lagu yang dipasang terakhir di film itu, judulnya down by the salley gardens. lagu ini yang nyanyi sih chamomile, saya ga tau bener apa gak nulisnya yang jelas ini lagu asalnya dari pusi william butler yeats. ini liriknya:

Down by the salley gardens my love and I did meet;
She passed the salley gardens with little snow-white feet.
She bid me take love easy, as the leaves grow on the tree;
But I being young and foolish, with her would not agree.

In a field by the river my love and I did stand,
And on my leaning shoulder she laid her snow-white hand.
She bid me take life easy, as the grass grows on the weirs;
But I was young and foolish, and now am full of tears.

down by the salley gardens

DIAMOND AND RUST

I’ll be damned
Here comes your ghost again
But that’s not unusual

It’s just that the moon is full
And you happened to call
And here I sit
Hand on the telephone

Hearing a voice I’d known
A couple of light years ago
Heading straight for a fall

As I remember your eyes
Were bluer than robin’s eggs
My poetry was lousy you said
Where are you calling from?
A booth in the midwest
Ten years ago
I bought you some cufflinks
You brought me something
We both know what memories can bring
They bring diamonds and rust

Well you burst on the scene
Already a legend
The unwashed phenomenon
The original vagabond
You strayed into my arms
And there you stayed
Temporarily lost at sea
The Madonna was yours for free
Yes the girl on the half-shell
Would keep you unharmed

Now I see you standing
With brown leaves falling around
And snow in your hair
Now you’re smiling out the window
Of that crummy hotel
Over Washington Square
Our breath comes out white clouds
Mingles and hangs in the air
Speaking strictly for me
We both could have died then and there

Now you’re telling me
You’re not nostalgic
Then give me another word for it
You who are so good with words

And at keeping things vague
Because I need some of that vagueness now
It’s all come back too clearly
Yes I loved you dearly
And if you’re offering me diamonds and rust
I’ve already paid

——————————

why did you call me? why did you call me and said you missed me? you left me there hopeless and fall, remember? now, be kind and tell me, why did you call me and said you missed me?

—————————————————————–

[i have to make a  statement here since this song i attached with the post is not free to distribute. i have made an illegal action here but it is not really for a bad purpose. i do not do this for commercial purposes. i don't take any financial advantage from this. i know it sounds funny but i hope Joan Baez would let me and forgive me. peace!!]

Steve Vai bermain sangat ekspresif di lagunya Frank Zappa: F*** Yourself. Tadinya mau nulis lirik lagunya di sini, tapi..ga deh…he he.

steve vai

saya tak pernah becus membaca puisi. tak punya cukup stamina untuk membaca kata-kata yang menari-nari tak tentu arah. teman saya lebih baik dari saya.

tapi saya ingin bercerita tentang sebuah lagu yang dinyayikan iwan fals, liriknya seperti ini:

Di sini kita bicara
Dengan hati telanjang
Lepaslah belenggu
Sesungguhnya lepaslah

Sesuatu yang hilang
Sudah kita temukan
Walau mimpi ternyata
Kata hati nyatanya

Bagaimana pun aku harus kembali
walau berat aku rasa kau mengerti
simpanlah rindumu jadikan telaga
agar tak usai mimpi panjang ini
air mata

Nah, teman saya bertanya, lirik ini menceritakan apa? Saya tidaktahu. Dia diam sejenak. Masa begitu aja gak tau? katanya. Ya, saya tidak tahu. Tentang perselingkuhan, katanya. Saya diam.

Hari ini, saya sempat mengingat lagu ini.. dan merasa, bagaimana pun saya harus kembali.

Kantata Takwa – Air Mata