Story of Indonesia


Sudah banyak didengungkan oleh para pendekar teknologi informasi kita bahwa penggunaan perangkat lunak sumber bebas (open source) akan sangat membantu bangsa ini keluar dari predikat buruk sebagai pembajak. Selain itu, penggunaan perangkat lunak bebas sumber juga akan meningkatkan kecerdasarn bangsa dalam teknologi informasi. Sayangnya, hal ini tidak disadari oleh banyak pihak.

Baru saja seorang teman memberikan suatu tautan ke sebuah situs http://www.eii-forum.or.id/cms/news.php, yaitu sebuah situs yang diberi label e-Indonesia Initiatives Forum. Di sana sedikitnya ada dua lomba yang saya baca yang tujuan dari lomba-lomba ini sebenarnya bagus. Lomba pertama berjudul “Kompetisi Desain Arsitektur Komputer Murah” dan yang kedua berjudul “Kompetisi Desain Konten Kreatif untuk Indonesia yang Lebih Produktif“. Kedua lomba ini digagas oleh e-Indonesia Initiatives Forum dan Inkubator Industri dan Bisnis ITB.

Yang menjadi lucu adalah, dalam kedua lomba tersebut, setiap peserta wajib untuk menyerahkan dokumentasi hasil karyanya dalam format .doc. Nah lho, kok seperti ada yang inkonsisten di sini ya. Kok seperti ada yang salah di sini. Seperti ada yang mengganjal di sini.

Adalah salah untuk menganggap setiap orang memiliki Microsoft Word. Adalah salah untuk menganggap setiap orang yang memiliki Microsoft Word, memilikinya dengan cara legal. Adalah salah untuk menstandarkan satu format propietary tertentu bagi umum. Apalagi untuk umumnya Indonesia. Bukankah dengan menstandarkan seperti itu, secara tidak langsung panitia mengharapkan setiap peserta memiliki lisensi sah dari Microsoft untuk setiap program Word yang ada di komputer mereka. Atau mereka tidak peduli? Atau mereka tidak tahu? Jika jawabannya tidak tahu, kok rasanya kebangetan. Jika jawabannya karena mereka tidak peduli, wah lah ya buat apa lomba-lomba dengan tujuan mulia ini?

It appears that you are attempting to access Debate.com from a region we consider high risk. Due to the overwhelming volume of spam and/or scams that originate in your area, we are unable to provide you access to Debate.com at this time. We do this in order to protect the other members. We apologize for any inconvenience. If you have any questions regarding this policy, please send us your comments.

_______________________________________________________________________________________________

Baru saja saya nyoba buat sign up ke situs debate.com dan saya mengisi form register dengan benar. Saya mendapatkan kutipan di atas sebagai jawabannya.

Fyuhhh, Indonesiaku sayang Indonesiaku malang.

Tuhan, jejerkan kami dengan orang-orang yang kau laknat
karena negeri ini telah menipu orang-orang tuanya
dan mengebiri pemuda-pemudanya
uang diselipkan di celana dalam
dibisik-bisikkan di belakang telinga
orang-orang berseragam tersenyum-senyum kecil dengan mata hijau
lidah mereka menjulur bak ular haus harta

tuhan, jangan jejerkan kami dengan orang-orang yang kau laknat
karena bagaimanapun kami tak akan sanggup memikulnya
maka berkahilah tangis kami yang terzalimi
dan maafkanlah mereka yang lupa
kami merindukan angin segar surgamu di sini
jadikan mata kami sejuk dan hati kami rindang
dan berilah kami damai yang sederhana

karena saya kadung bicara soal birokrasi, saya ingin sedikit melucu sekarang. setelah bapak meninggal, untuk megurus deposito serta tabungan bapak di bank, kami harus memiliki surat waris dari keluarahan. tahukah anda berapa membuat surat seperti ini?

saya tak pernah menduga bahwa uang yang harus dikeluarkan adalah Rp 480.000!!!!

Nah, karena saya bilang saya akan melucu. Jadi silahkan tertawa saudara-saudara.

hari ini saya mengantar ibu untuk mengurus masalah pensiun janda ke taspen. ini adalah kali kedua kami ke sana. hari pertama bukan saya yang mengantar, tapi kakak. sebelum itu saya pernah juga datang ke taspen untuk mengambil formulir yang harus ibu isi.

dari ketiga kali kunjungan itu, taspen selalu dipenuhi orang. jika hendak mendapatkan pelayanan di loket 2, maka anda harus menunggu sangat lama karena banyak orang. hari ini saya datang pukul 11 dan baru dilayani pukul 14.30. bayangkan, 3,5 jam! dan itu pun pesyaratan yang ibu bawa belum sempurna sehingga harus kembali lagi nanti. Masya Allah.

Di taspen orang tua mengurus uang pensiun mereka. saya yakin tak ada jumlahnya yang berpuluh-puluh juta. bapak saya hanya mendapat pensiun 1,5 juta dan ibu akan mendapatkan pensiun janda sekitar mungkin 900 ribu saja. tapi, untuk mendapatkan uang yang tak seberapa itu, birokrasi yang panjang dan melelahkan harus dilewati.

saya tidak ingin mendiskreditkan taspen. saya hanya ingin mengkritik sistem yang terlalu kaku. mengapaa di jaman yang serba cepat sekarang ini, kita harus membuang-buang waktu 3 jam hanya untuk mendapatkan hasil nol? mengapa orang lebih percaya kepada selembar kertas daripada kepada sosok orangtua sepuh yang saya yakin semua orang yang memiliki ibu percaya tak mungkin orang tua sepuh memiliki niat untuk menipu atau berbohong.

ayolah saudara-saudara, mengapa membuat indonesia ini semakin menyedihkan. apakah anda tega melihat ibu anda dibolak-balik hanya karena selembar kertas yang “diragukan”? (surat nikah ibu saya dan almarhum bapak mereka ragukan karena tulisan tangan di sana ditimpa oleh pulpen. surat nikah itu sudah berumur empat puluh tahun. lapuk dan angkanya pun tercantum salah-salah).

Yogyakarta

Yogyakarta, sometimes called Yogya and spelled Jogyakarta, is a bustling town of some 500,000 people and the most popular tourist destination on the island of Java, largely thanks to its proximity to the temples of Borobudur and Prambanan. Yogyakarta is known as a center of classical Javanese fine art and culture such as batik, ballet, drama, music, poetry and puppet shows. It is also famous in Indonesia as a center of higher education. The touristic heart of Yogyakarta is the kraton, or sultan’s palace. [http://www.indonesia.com/travel/4/Yogyakarta]

Lombok, Indonesia

Think of Lombok as Bali’s quieter, less crowded counterpart, with terrific beaches, world-class diving and snorkeling, beautiful scenery, and an interesting local culture. If you’re seeking a place to rest and recharge, you can’t do better than Lombok. [http://www.indonesia.com/travel/2/Lombok]

Bali, Indonesia

An island just to the east of the main Indonesian island of Java, Bali defines the word paradise. The combination of friendly, hospitable people, a magnificently visual culture infused with spirituality, and spectacular beaches with great surfing and diving have made Bali Indonesia’s unparalleled, number-one tourist attraction. [http://www.indonesia.com/travel/1/Bali]