Story of Another Words


Saya menjawab pertanyaan Bernie lewat sepucuk surat dengan penuh dendam, sebab ia dan Ayah telah membuyarkan rencana saya untuk mendapatkan pendidikan tinggi seni rupa: “Kakak tersayang: Ibaratnya memberi tahu engkau tentang burung-burung dan kumbang-kumbang,” demikian saya mulai. “Ada banya orang berbakat yang dirangsang secara positif oleh sejumlah, tidak semua, aturan manusia tentang warna dan bentuk di atas permukaan datar yang pada hakikatnya tak berfaedah.

“Engkau sendiri suka kepada musik tertentu, aransemen bunyi-bunyian, yang pada hakikatnya juga tak berfaedah. Jika saya menyepak sebuah ember agar menggelundung di tangga gudang bawah tanah, dan kemudian mengatakan kepadamu bahwa suara gaduh yang telah saya buat itu secara falsafah sama dengan The Magic Flute, tindakan ini tidak akan menjadi awal dari perdebatan yang berlarut-larut dan sengit. Jawaban yang sungguh-sungguh memuaskan dan sempurna darimu kiranya adalah, ‘Saya menyukai apa yang dibuat oleh Mozart, dan saya membenci apa yang dibuat oleh ember itu.’

“Memperbincangkan suatu karya seni merupakan suatu kegiatan sosial. Entah engkau menikmatinya atau tidak. Dan sesudah itu engkau tak perlu bertanya mengapa. Engkau tak perlu mengatakan apa pun.

“Engkau adalah seorang eksperimentalis yang patut dihormati, Kakak tersayang. Bila engkau sungguh-sungguh ingin mengetahui apakah lukisan-lukisanmu itu, seperti pertanyaanmu, ’seni atau bukan’, engkau harus memamerkannya di suatu tempat umum entah di mana, dan melihat apakah orang-orang yang tak kau kenal suka memandangnya. Begitulah cara pertandingan dimainkan. Beritahukan kepadaku apa yang terjadi.”

Saya melanjutkan: “Jarang orang menyukai lukisan atau barang cetakan, atau apa saja, tanpa mengetahui sedikit pun tentang senimannya. Sekali lagi, situasinya besifat sosial, bukan ilmiah. Setiap karya seni adalah separo percakapan antara dua manusia, dan amat mambantu bila mengetahui siapakah yang sedang berbicara denganmu. Apakah ia dikenal sebagai orang yang serius, saleh, menderita, bernafsu duniawi, suka memberontak, tulus, gemar berseloroh?

“Lukisan-lukisan terkenal lantaran sifat kemanusiannya, bukan lantaran sifat ke-lukisan-nya.”

Here i read from the legal notice page of “The Linux Kernel” by David A. Rusling

“These restrictions are here to protect us as authors, not to restrict you as learners and educators.”

At some point will it be possible to find proof that God or the Ultimate Designer does not exist?
I don’t think that we can ever prove that God does not exist. But if he does exist it might be possible to prove it.

-Steven Weinberg-
A physicist

… when the one to whom such unbroken tranquility had been accorded in the adult stage was she whose youth had seemed to teach that happiness was but the occasional episode in a general drama of pain.

Titik-titik hitam di atas kertas putih, ataukah titik-titik putih di atas kertas hitam, hati Anda?

… and you, Marcus, you have given me many things; now I shall give you this good advice. Be many people. Give up the game of being always Marcus Cocoza. You have worried too much about Marcus Cocoza, so that you have been really his slave and prisoner. You have not done anything without first considering how it would affect Marcus Cocoza’s happiness and prestige. You were always much afraid that Marcus might do a stupid thing, or be bored. What would it really have mattered? All over the world people are doing stupid things … I should like you to be easy, your little heart to be light again. You must from now, be more than one, many people, as many as you can think of …

———————————–

i quoted this from The C++ Programming language, 3rd Ed, Bjarne Stroustrup

yesterday is history. tomorrow is mistery. and today is a GIFT. that’s why we call it THE PRESENT.

He who laughs last didn’t get it

A fanatic is one who can’t change his mind and won’t change the subject

it may have been observed that there is no regular path for getting out of love as there is for getting in.

“when am i happy and when am i sad and what is the difference?”