apa sebenarnya yang disebut dengan saya? apakah kata tersebut mengandung batasan fisik. jika ya, di manakah batas antara saya dan bukan saya?apakah di atom-atom terluar dari kulit? tapi, elektron itu menari-nari tak tentu tuju. kadang ada kadang tidak. lalu, apakah batas itu menjadi kabur?

itu tentang fisik. sekarang tentang waktu. apakah saya itu merujuk kepada saya yang sekarang, ataukah saya yang dulu dan yang akan datang? jika sekarang saya sedang senang, ceria, apakah saya adalah orang yang senang atau ceria padahal kemarin saya menangis? ataukah semuanya itu harus terbalut untuk membuat lengkap arti dari kata saya?

jadi sebenarnya, ketika mengatakan inilah saya, maksudnya hanya inilah saya pada saat itu. saya akan berubah besok seperti saya telah berubah kemarin. jadi, jangan mencoba untuk menemukan saya. karena saya tidak ada, saya hanyalah ide semata. yang ada hanyalah orang yang ada di depan mata anda.

jika saya ada di depan mata anda, maka anda telah menemukan saya. maka jabatlah tangan saya [asa serius kieu ieu teh - nya pokonamah ieu urang we lah, meni ripuh kitu oge]

Leave a Reply