Marcel Proust mengatakan bahwa ia harus mengambil jarak dengan teman-temannya untuk membuat tulsan yang bagus tentang teman-temannya itu. Saya tidak bisa sebebas itu dalam menulis.

Ada sebuah ketelanjangan dalam sebuah etalase. Ada yang sengaja untuk dipertontonkan ke khalayak ramai. Dan bagi saya itu adalah sebuah kengerian. Sebuah ketelanjangan. Sebuah pornografi.

Jika anda menulis, tidakkah anda sadar bahwa anda tengah menyingkapkan aurat anda? Untuk mata yang jeli dan pikiran yang tidak malas, susunan kata-kata adalah sebuah jalan masuk yang canggih ke dalam lubuk hati anda. jadi anda berhati-hatilah.

apakah ini berlaku bagi seorang penulis yang tidak jujur?

tentu saja, lagipula aib apa yang lebih  memalukkan dari telanjangnya ketidakjujuran kita di hadapan orang lain?

(tentu saja kalimat terakhir itu adalah sebuah hiperbola. dan anda boleh menilai tingkat kejujuran saya dalam menulis)