July 2009


Seperti sebuah kapal yang akan angkat sauh, terompet tak henti bersangkakala. Bumi yang dipijak akan ditinggalkan. Jauh.. jauh.. Di mataku berkilasan wajah orang-orang. Aku tak mengenalnya meski mereka tersenyum. Telah lama aku menjadi asing di sini. Tak ada yang menyapa atau menepuk pundak. Tak ada yang berbicara dari dada ke dada. Di sini semua dibangun di atas keringat yang palsu. Ongkang kaki yang angkuh kaku. Aku tak suka.

Tapi di antara duri ada wangi. Aku mendengar dan aku melihat. Maka, aku berhenti untuk sejenak menghormati. Meski aku tak mungkin kembali, dan tak jua mau, pena telah ditumpahkan di atas sajadah hidupku. Dan tersurat telah apa yang sudah. Memberi aku jalan di masa depan ke masa lalu.

Wahai, tak ada sedikit pun rasa sesal. Aku akan kembali menantang ombak. Jika aku mati dikabar burung, kuburkan jasadku di dada tanah. Parang dan tombak telah siap, tameng tlah ditempa. Maka seperti sebuah kapal yang akan angkat sauh, terompet di dadaku tak henti bersangkakala.

Setelah beberapa hari, akhirnya masalah penggunaan pustaka Qt dengan menggunakan IDE Code Block terselesaikan juga. Ternyata, QtCore4.dll yang diacu oleh program yang dibuat bukan dll yang ada di folder bawaan Qt, tapi ke folder bawaaqn MikTex yang kebetulan path-nya ada di system. Solusinya adalah dengan menambahkan path  (#qt.bin) ke system sebelum path MikTex tadi dan eng ing eng, program berjalan mulus. 

Masih ada satu masalah sebenarnya, saya masih belum bisa menggunakan form Qt dengan menggunakan Code::Block.

Satu lagi, Qt memang lengkap, tapi ini harus dibayar dengan ukuran dll yang luar biasa, QtGui4.dll saja ukurannya lebih dari 100MB, itu berarti aplikasi saya minimal berukuran segitu. Kecuali jika saya built lagi Qt dari awal dan hanya mengambil sebagian dari modul itu, mungkin ukurannya jadi lebih masuk akal.

 

bukan tentang aku kau bicara
pada dinding yang basah oleh hujan semalam
meski dalam pelukku yang panas
tubuhmu dingin ditikam masa lalu
aku harus ke mana dengan cinta merana
setelah dibunuh berkali-kali 
kuterjunkan diriku ke jurang yang menganga
dan kini
aku tersadar di sebuah ladang
yang tak pernah aku sesali
kau tak pernah belajar satu hal tentangku
bahwa kematian beribu kali
membuatku kebal dari hinaan
dan betapa pun melapuhnya kulitku kini
tak ada yang dapat mengalahkanku
aku tak mencari kemenangan di bumi ini
hidupku yang hancur tlah mengajariku
kebijaksanaan dari diamnya batu-batu
bukan tentang aku kau bicara
pada dinding yang basah oleh hujan semalam
meski dalam pelukku yang panas
tubuhmu dingin ditikam masa lalu
aku harus ke mana dengan cinta merana
setelah dibunuh berkali-kali 
kuterjunkan diriku ke jurang yang menganga
dan kini
aku tersadar di sebuah ladang
yang tak pernah aku sesali
kau tak pernah belajar satu hal tentangku
bahwa kematian beribu kali
membuatku kebal dari hinaan
dan betapa pun melapuhnya kulitku kini
tak ada yang dapat mengalahkanku
aku tak mencari kemenangan di bumi ini
hidupku yang hancur tlah mengajariku
kebijaksanaan dari diamnya batu-batu

Beberapa hari yang lalu saya mengunduh Qt. Ternyata pustaka yang satu ini sangat lengkap. Selain modul-modul pustaka-nya, Qt juga menyertakan Qt creator: sebuah IDE Visual untuk pengembangan aplikasi dan dokumentasi yang luar biasa lengkap. Saya tentu saja ngiler.

Tapi saya tidak ingin menggunakan Qt Creator karena sangat spesifik Qt. Tidak terlalu banyak pilihan yang bisa diutak utik dalam IDE ini. Meskipun compiler-nya saya suka karena menggunakan MinGW. 

Sayangnya, menggunakan Qt di Code::Block ternyata tidak semudah menge-link-an pustaka. Program pertama berhasil di-compile tapi tidak berhasil dijalankan. Dan ketika mencari di Internet kesalahannya, Google tidak banyak membantu (mungkin saya salah memasukkan keyword).

Qt mungkin tidak akan secepat FLTK (meskipun dengan yang terakhir ini saya punya pengalaman buruk karena mengunakan kode 3rd party yang memperlambat program yang saya buat). Akan tetapi, Qt menawarkan GUI yang indah dan canggih. Saya pikir, Qt layak untuk dicoba.