Waktu meretas di antara dua jemariku.
Langit terkepung gumpal kabut.
Ada yang mencoba mencari bentuk.
Memahat kebul dengan pisau ingatan.
Kau di sana, dan dia di sampingnya.
Orang ketiga yang tersenyum dan orang keempat yang memeluk.
Pigura yang tak pernah abadi.
Berapa laut yang akan membasuk tinta kenangan.
Membersihkannya hingga noda terakhir.
Bukan aku ingin melarikan diri.
Hanya saja sebingkai foto, entah mengapa, dapat meracuniku.
Dan aku tak ingin mati hari ini.