Lihatlah diriku
mengukir di batu-batu

kau ingat ketika aku belajar menggariskan pahat?
garis yang tak pernah bisa menyatu membuatmu termenung
di sini seharusnya kau letakkan jantungmu
aku hanya mengangguk sambil menyelam dalam
matamu penuh dengan warna biru
dan jantungku merekam setiap pendar cahaya yang dipantulkannya

kini kupahat semua di batu-batu
mencoba melawan alpa yang menggerogoti akalku

sekarang atau nanti sama saja
sebab saat ini dan dulu
tak ada beda