Dulu saya berpikir bahwa perbedaan antara cinta dan suka itu adalah ini: Cinta itu tanpa alasan dan suka itu selalu memiliki alasan. Benarkah?

Teman saya memforward email yang menunjukkan foto sepasang kekasih yang dapat mewakili pernyataan “Cinta itu buta”. Ini salah satu fotonya.

Terlepas dari apakah ini foto beneran ataukah ini hanya akting, bukan tidak mungkin jika dalam kenyataan memang kejadian seperti ini terjadi. Tapi ini tidak menunjukkan cinta itu buta karena selalu ada alasan. Kita bisa datang kepada mereka dan bertanya mengapa. Kadang mereka mungkin tak bisa mengungkapkannya dalam kata-kata, tapi seperti ada sesuatu yang bukan seperti tanpa alasan. Ada alasan, hanya alasan itu tidak bersifat rasional. Alasan itu bersifat psikologis.

Jadi, tidak tepat sebenarnya jika cinta itu dikatakan buta. Pernyataan itu hanya tepat jika buta diacukan kepada mata fisik. Selalu ada mata hati yang dapat melihat lebih dari mata fisik. Dan itu membuat cinta itu tidak buta.