Menggunakan satu sifat yang umum, saya bisa mengumpulkan semua makhluk hidup dalam satu himpunan. Jika ada yang tersinggung saya minta maaf karena ini berarti saya mengandangkan manusia dan hewan serta tumbuhan dalam satu kerangkeng. Sifat itu adalah hidup, makhluk hidup.

Saya bisa melakukan pemilahan dengan mengeluarkan semua yang ada dalam himpunan yang tidak memiliki cara untuk bereproduksi secara seksual. Dari sana, saya memiliki hewan dan manusia.

Dalam himpunan saya sekarang, teradapat laki-laki dan perempuan. Dan mereka melakukan hubungan seksual untuk tujuan dasar reproduksi: memanjangkan generasi.

Burung bernyanyi untuk menarik lawan jenisnya. Merak memiliki bulu warna-warni. Kodok berakapela.

[belum selesai]

Mungkin MUI tidak nonton 2012. Tapi masa sih sebuah keputusan yang meyangkut banyak orang diambil dengan mata tertutup. Ndak mungkin.

2012 tidak ada apa-apa. Sebuah formula Hollywood yang sama yang membangun Armageddon dan semacamnya. Tak perlu dianggap terlalu serius nampaknya. Ini hanya sinetron canggih dengan visual effect berlebih. Dan satu lagi.. momen kontemplatif picisannya.. yang terlalu banyak itu.. seperti jeda iklan yang menjengkelkan…

6

Marcel Proust mengatakan bahwa ia harus mengambil jarak dengan teman-temannya untuk membuat tulsan yang bagus tentang teman-temannya itu. Saya tidak bisa sebebas itu dalam menulis.

Ada sebuah ketelanjangan dalam sebuah etalase. Ada yang sengaja untuk dipertontonkan ke khalayak ramai. Dan bagi saya itu adalah sebuah kengerian. Sebuah ketelanjangan. Sebuah pornografi.

Jika anda menulis, tidakkah anda sadar bahwa anda tengah menyingkapkan aurat anda? Untuk mata yang jeli dan pikiran yang tidak malas, susunan kata-kata adalah sebuah jalan masuk yang canggih ke dalam lubuk hati anda. jadi anda berhati-hatilah.

apakah ini berlaku bagi seorang penulis yang tidak jujur?

tentu saja, lagipula aib apa yang lebih  memalukkan dari telanjangnya ketidakjujuran kita di hadapan orang lain?

(tentu saja kalimat terakhir itu adalah sebuah hiperbola. dan anda boleh menilai tingkat kejujuran saya dalam menulis)

Banyak sekali yang sebenarnya bisa ditulis. Tapi, selalu menjadi masalah saya, tak bisa menulis. Yang menari itu jari-jari. Saya hanyalah merangkai. Kata-kata tidak dibentuk, tapi mengalir melalui jari-jari. Saya adalah medium tempat dunia mengekspresikan dirinya. Jadi, jika tulisan ini terlihat seperti melayang-layang, maka ada sesuatu yang tengah dikatakannya. Sesuatu itu tidak harus selalu penting. Setidaknya tidak penting buat Anda. Setiap detil dari sebuah kehidupan tidak pernah menjadi penting bagi semua orang. Dan setiap orang memiliki ketertarikannya sendiri.

Aliran ketidaksadaran dibentuk oleh sejarah. Minimal sejarah anda 24 jam ke belakang. Tapi, sejarah anda merentang tidak hanya dari semenjak anda lahir, tapi dari semenjak alam semesta ini diciptakan. dan yang lebih hebat. tidak hanya ke belakang, tapi juga ke depan. Jadi, alih-alih membayangkan hidup anda seperti halaman demi halaman buku yang dibuka. bayangkan bahwa hidup anda adalah seperti sebuah buku. sesuatu terjadi dan buku yang baru tercipta.

Anda mungkin lebih ingat daripada saya dari mana kalimat ini terkutip: “satu lemparan batu ke sebuah sungai dan alam semesta tidak lagi menjadi sepeti sebelumnya.”

ingat, anda ternyata bisa mengubah alam semesta!!

dana menulis adalah semesta yang sedang mengekspresikan dirinya melalui medium yang kita sebut anda.

Saya ingat dosen saya berbicara: bilang saja dulu bisa, lalu kerjakan. Saya juga ingat suatu kutipan dari seorang terkenal yang kurang lebih berkata yang sama. Saya selalu tidak berani melakasanakan kata-kata itu. Kecuali tentu saja ketika terpaksa.

Sebenarnya, ketika terpaksa, cerita jadi berbeda. Tidak banyak peran kita dalam membuat keputusan. Saya kenal seseorang yang banyak dalam rentangan hidupnya dia begitu lembam sehingga hampir setiap belokan yang dia ambil terjadi karena memang jalan sudah menikung ke kiri atau ke kanan. Tak ada pilihan untuk tetap lurus.

Nah, dalam keterpaksaan bisa jadi bagus. Artinya, keterpaksaan memaksa kita untuk keluar dari zona nyaman dan kembali ke atas kapal untuk mengarungi laut yang penuh ombak. Kita bisa pulang lebih tangguh atau mati.

Suatu ketakutan bisa diakibatkan oleh hal yang sangat konyol. Karena antisipasi yang terlalu negatif atau karena ilusi yang diciptakan oleh diri kita sendiri. Suatu ketakutan sebenarnya adalah mekanisme pertahanan diri yang kita butuhkan. Tentu saja selama ketakutan itu wajar. Artinya, takut tersambar petir karena berada di lapangan luas saat guntur menggelegar adalah suatu hal yang baik. Tapi takut hantu di siang hari setelah menonton tiren adalah suatu kebodohan yang sebenarnya tidak seratus persen salah kita.

Jadi, ketakutan itu ada baiknya juga. Nah, ketakutan karena tidak bisa melaksanakan kata-kata dosen saya itulah yang akhir-akhir ini sering mengeram di dada. Ketakutan untuk gagal. Wajarkah itu?

Terus terang saya tidak dalam posisi untuk menjawab petanyaan itu. Seorang yang selalu melihat ke belakang takut tiren di siang hari tidak tahu bahwa ketakutannya tidak wajar. Yang saya bisa bilang adalah bahwa sepanjang waktu, yang saya lakukan untuk mengalahkan rasa takut itu adalah ini: berbincang-bincang dengannya.

Anda pernah merasakan sakit bukan? Baik itu rasa sakit karena ditusuk duri.. ataupun ditusuk “duri”. Nah, jika anda merasakannya sekali lagi, coba anda diam dan mengajak sang sakit berbincang. Anggap saja sang sakit adalah teman Anda yang telah lama tak berkunjung. Nah, jika Anda telah melakukannya, katakan kepada saya, apa yang Anda rasakan..

Mungkin… mungkin ya… mungkin anda bisa mendapatkan suatu pencerahan…

Rasanya kita harus berterima kasih kepada Google. Atau minimal setikdanya saya harus berterima kasih kepada Google. Banyak pekerjaan saya yang dimudahkan oleh Google dan saya tidak membayar apa pun pada Google. Ini adalah model bisnis yang tidak konvensional.

Rasanya saya tidak harus berterima kasih kepada U. Setelah bekerja dengan palu dan otonya, setelah menggeser-geser dan mendorong-dorong, dan setelah pergi pada saat selesai lalu balik lagi dengan tampang serius, dia membuat suatu kalkulasi terhadap jumlah keringat yang dicucurkannya. Tentu saya harus mengerti. Tentu saya harus merasa bahwa permintaan tolong, gotong royong dan sebagainya hanyalah sesuatu yang ada di buku ips kelas 2 SD. Tak perlu mengingat bahwa atap yang menaungi sama, tempat yang memberi kerja sama. Tak ada. Beda kepentingan ceritanya harus disambungkan dengan lembaran kertas yang ada nilainya. Bukan begitu pak ogah?

Bukannya saya tidak ikhlas. Tapi memang susah sih berbicara dengan orang yang standar moralnya ditentukan oleh uang.

Setelah membantai isi yang tak perlu di dalam hardisk, akhirnya memiliki sisa ruang 6GB. Hmm, install Slackware dan menjadikan komputerku triple boot: XP, Ubuntu, dan Slackware. Namun, ternyata tidak mudah. Pertama kali install, tidak tahu harus install lilo atau tidak. Karena menganggap sudah ada Grub di MBR hasil instalasi Ubuntu, akhirnya memilih skip install lilo. Eng ing eng, setelah reboot, Grub error 15. Wah gawat!!!

Karena belum paham bagaimana menginstall balik grub dengan cd live ubuntu, akhirnya pake cd Windows dulu dan repair pake fixmbr dulu. Nah, bisa masuk windows dan langsung googling.

Ok, dapat cara install balik grub, meskipun beberapa kali harus menempuh cara yang panjang (sempet install lagi ubuntu di partisi yang tadinya dipakai buat slackware biar grub-nya ke install– fyuhh).

Setelah grub-nya baik lagi, install ulang lagi Slackware-nya. Kali ini, yakin buat install lilo di partisi root Slackware.

Selesai dan tadaaa, grub tidak hilang tapi tentu saja tidak ada entri buat boot Slackware. Masuk ke ubuntu dan edit menu.lst di /boot/grub/. Tambahkan entri buat booting ke partisi Slackware dan akhirnya dengan manis, slackware pun muncul!!

Kesimpulan: kalo mau install slackware di komputer yang udah pake Grub di Master Boot Record-nya, pilih install lilo-nya di partisi root Slackware.

Ternyata ada juga browser text-based di dunia ini. Setelah mencoba Elinks, rasanya saya bakal jatuh cinta pada browser yang super cepat ini. Berikut screenshot elinks saat membuka gmail.

Screenshot

Tapi, saya belum bisa masuk facebook dengan browser ini. Ada yang tahu caranya?

Tujuan henda melakukan update dengan “sudo apt-get update” di Damn Small Linux, tapi ternyata selalu mendapat pesan bad request. Ternyata koneksi internet via shell tidak melakukan prompt username dan password untuk proxy server. Setelah Googling akhirnya dapet juga caranya:

export http_proxy=http://username:password@proxy-url:port

What’s fascinating about the world is that you almost always, if you are persistent enough, get alternatives for nearly everything. Here are alternatives for our beloved friend Google:

Bing: http://www.bing.com/

Cuil: http://www.cuil.com/

Or maybe:

Freebase: http://www.freebase.com/

Next Page »