Kemarin toilet 2 miliar. Sekarang sistem absen 3,7 miliar. Nilai segitu mah bukan teknologi finger-print. Hmmm.. No comment lagi ah ..
January 4, 2012
Fingerprint 3,7 miliar
Posted by twelve13 under Story of Indonesia | Tags: anggaran, DPR |Leave a Comment
January 4, 2012
You know what, if you read too much in your second language, your brain start to reorganize itself. And sometimes, you lose the words of your mother tongue but yet to grasp the new one. Then, you suddenly become without language.
January 4, 2012
Intelligent Operating System
Posted by twelve13 under Story of Artificial Intelligence | Tags: ai, os |Leave a Comment
Sedang mencoba memikirkan kemungkinan menerapkan algoritma dalam kecerdasan artifisial ke dalam sistem operasi. Mungkinkah penjadwalan, filesystem, manajemen memori, proses interupsi, dilakukan dengan soft-computing?
January 4, 2012
Buku Ajar Open Source
Posted by twelve13 under Story of Education | Tags: buku, open source, pendidikan |Leave a Comment
Mungkinkah, dalam format wiki, seluruh dosen atau guru se-Indonesia, membentuk buku ajar yang mutakhir, terbuka, dan memiliki mutu yang tinggi?
January 3, 2012
Toilet 2 Miliar
Posted by twelve13 under Story of Indonesia | Tags: anggaran, DPR, toilet |1 Comment
Kemarin saya menyicil rumah dengan fasilitas KPR. Saya meminjam 160 juta. Dengan cicilan 2 juta per bulan, terasa berat. Hari ini, saya baca bahwa Gedung DPR menganggarkan 2 M untuk renovasi toilet. Hmm.. no comment lah.
December 28, 2011
- Linux Kernel
- Artificial/Computational Intelligence
- OpenCV
- ExtJs 4
- Vim
- LaTeX
- Blender
- GIMP
- Scribus
- Inkscape
- Python
- Natural Language Processing
- Operating System
- CodeIgniter
- DataMapper
- UML
- C/C++
- Ogre/Irrlicht/Delta 3D/OpenSceneGraph
- Augmented Reality
December 28, 2011
Dulu seseorang pernah mengolok-olok WordStar ketika membandingkannya dengan program pengolah kata yang sekarang sering digunakan orang: misal Microsoft Words. Hal ini disebabkan untuk menggunakan WordStar, kita harus menghapal berbagai macam kombinasi tombol dalam mencapai satu fungsi tertentu. Tapi, seseorang yang benar-benar menggunakan program pengolah kata dalam pekerjaan sehari-harinya pasti tahu bahwa dia lebih suka menggunakan shortcut untuk mencapai fungsi-fungsi yang ia inginkan dibandingkan dengan menggunakan mouse. Jadi, sebenarnya memang mouse itu jauh lebih menghambat dibandingkan dengan menggunakan keyboard. Saya merasakannya saat menggunakan PhotoShop. Dan saya tahu juga bahwa Vim sangat banyak disukai programmer.
Berkaitan dengan itu, sekarang saya sedang belajar VIM.
. Benar-benar tebing yang sangat curam. Meskipun saya tahu bahwa pemandangan di atas sana pasti sangatlah indah.
December 23, 2011
The Lunatic, Story Behind Pictures, The Untold One
Posted by twelve13 under Story of WordsLeave a Comment
To every picture, there’s a story. Faces with smiles, and staring eyes. Time is captured and imitated. We call it eternity. Yet, the eternal is escaped the living souls. We have the past. And soon the future will be captured as well. Once it is, it will never come back. Except for those who dare to lose their present state and live for the past. We call them, THE LUNATIC.
December 22, 2011
Menembus Tembok
Posted by twelve13 under Story of Half-thoughts | Tags: sain, yogi |Leave a Comment
Saya sedang membaca buku autobiografi seorang yogi. Tampaknya para yogi ini dapat melakukan keajaiban-keajaiban. Bagi saya yang dididik dalam bidang sains, hal seperti ini menelurkan pertanyaan. Apakah ini semua nyata?
Mungkin penemuan tentang kemampuan manusia masih belum berkembang. Saya membayangkan suatu hari, riset mengenai batas-batas kemampuan manusia akan menjadi trend. Seseorang peneliti mungkin akan menemukan bahwa dengan menekan syaraf tertentu selama 5 menit dengan tekanan sekian sekian, mematikan lampu, dan menghidupkan suara berfrekuensi rendah yang termodulasi tertentu, akan menyebabkan seorang manusia dapat melihat melalui tembok.
Hehe.. hanya imajinasi liar..
December 20, 2011
Lelaki tua penjual kacang goreng
Posted by twelve13 under Story of Days | Tags: syukur |Leave a Comment
Mengapa saya tak pernah bersyukur? Hari ini di suatu pinggiran jalan, saya melihat seorang tua bungkuk yang habis makan di kedai pinggir jalan. Di samping kedai adalah tanggungan berisi kacang goreng. Laki-laki tua berkulit hitam itu yang memilikinya. Selesai makan, laki-laki yang saya pikir tak akan kuat mengangkat tanggungan itu, menaikkan palang pengangkat ke pundaknya dan berjalan lambat menyusuri pinggiran jalan besar. Panas, berat, dan saya tak yakin akan banyak orang yang melirik dagangannya. Berapa yang ia dapatkan sehari? 10 ribu? 20 ribu? Apa sebenarnya yang membuat saya memiliki kemampuan untuk tidak seperti dia dan dia tidak memiliki kemampuan seperti saya? Apa yang telah saya lakukan sehingga saya layak menjalani kehidupan seperti saya sekarang ini? Apa? Apa?
Mengapa saya tak pernah bersyukur? Kata-kata saya kepada teman bahwa saya ingin kaya menjadi sangat menjijikkan. Tidakkan saya harusnya hanya bersyukur?